SELAMAT DATANG DI BLOGGER SAYA YANG SEDERHANA INI

Jumat, 10 Desember 2010

“Terbang di bawah radar”

Ditulis Oleh: Bepe, waktu: 10 December 2010, pada kategori:Umum
Sehari setelah pertandingan melawan Thailand, saya sempat menulis di akun twitter saya seperti berikut
“@bepe20: Semalam, secara fisik saya masih merasa bugar.. Akan tetapi dua pinalty itu, secara psykologis membuat emosi saya terkuras habis tidak tersisa..”
Seharusnya, mengingat apapun hasil pertandingan tersebut Indonesia tetap melaju ke semifinal sebagai juara group, komentar saya diatas memang terkesan berlebihan. Akan tetapi jika di lihat dari tekanan masyarakat selama ini yg begitu hebat kepada diri saya, maka hal tersebut menjadi sangat wajar..
Saat itu, saya tidak hanya berhadapan dengan Shintaweecai (Kiper Thailand), akan tetapi saya juga harus berhadapan dengan masyarakat yg meragukan kapasitas saya sebagi pemain nasional. Apalagi mengingat saat pinalty itu terjadi, Indonesia dalam posisi tertinggal 0:1 dari Thailand, maka saat itu saya juga membawa asa dari seluruh pendukung merah putih, yg sangat berkeinginan mengakhiri rekor kekalahan selama 12 th dari negeri gajah putih tersebut..
Dan secara jujur saya katakan, jika saat itu saya dalam keadaan sangat terkekan dan tegang. Dapat anda sekalian bayangkan jika saat itu saya gagal mengeksekusi tendangan 12 pas tersebut, kira-kira apa yg akan tertulis di media masa keesokan harinya..?? Apa komentar masyarakat yg selama ini tidak menyukai saya..?? Saya yakin mereka pasti akan semakin mengubur saya lebih dalam lagi hehehe..
Arrgghh,, tetapi sudahlah, mari kita tinggalkan peristiwa pinalty dan segala beban yg saya rasakan saat itu. Pada kesempatan kali ini, saya lebih tertarik membahas kejadian yg terjadi setelah pertandingan Indonesia Vs Thailand tersebut usai. Yaitu saat saya tidak berkomentar sedikitpun kepada rekan-rekan wartawan di area mixed zone stadion utama Gelora Bung Karno..
Hampir semua wartawan menilai saya sebagai pribadi yg sombong bahkan arogan, secara pribadi saya sama sekali tidak menyalahkan mereka mengenai komentar tersebut. Akan tetapi bukankah memang selama bertahun-tahun saya tidak pernah berkomentar di area mixed zone..?? Bukankah mereka sudah tau, jika saya lebih nyaman berkomentar di konferensi pers resmi atau melalui situs pribadi saya..?? Oleh karena itu dalam pandangan saya, apa yg saya lakukan saat itu bukanlah hal yg baru dan seharusnya juga bukan menjadi hal yg aneh…
Mereka (rekan-rekan wartawan) berhak menilai apapun mengenai hal tersebut. Akan tetapi sebagai pribadi, tentu saya mempunyai alasan yg kuat mengapa saya berlaku demikian. Maka melalui artikel ini, saya akan sedikit berbagi cerita mengenai hal-hal yg membuat saya menjadi lebih berhati-hati dalam menghadapi rekan-rekan wartawan. Bukan anti terhadap wartawan, akan tetapi sekali lagi lebih berhati-hati..
Dan sekarang, saya akan mulai bercerita:
“I do my job on the pitch, the journalist do theirs by asking me quesions. But sometimes the most awaited moment is when i didn’t play so well, and that makes me upsat. That’s why i have my own way to communicate with them, to make a good will between us”
Ketika saya berbicara dengan wartawan, saya selalu berusaha memberikan diri saya seutuhnya. Saya berusaha menyampaikan secara jujur dan apa adanya tentang pendapat dan jawaban-jawaban saya (Terkadang terlalu jujur malah) dan hal tersebut membutuhkan energi, iya membutuhkan energi yg tidak sedikit..
Akan tetapi pada kenyataannya, hal tersebut malah membuat saya membuang-buang waktu dan energi dua kali. Pertama saat saya berbicara kepada mereka dan kemudian saat saya membaca hasil dari wawancara tersebut keesokan harinya. Karena akan selalu ada hal yg tidak sama, antara apa yg saya sampaikan dengan apa yg mereka tulis, dan sejujurnya itu sangat mengecewakan…
Seperti yg pernah saya sampaikan dalam artikel saya (Kita memiliki kekuatan baru : 2010) -  ”Di belahan dunia manapun dan dalam profesi apapun, akan selalu ada sedikit ruang diantara para wartawan dan nara sumbernya yg tidak dapat terisi dengan baik”. Sebuah keadaaan yg tidak akan pernah dapat di selesaikan menurut saya, hal yg mampu kita lakukan hanyalah mempersempit ruangan itu, akan tetapi tidak untuk menghilangkannya..
Sejujurnya, saya hanya menginginkan sebuah kerjasama yg “Fair” dengan rekan-rekan wartawan, sebuah kerjasama yg tidak menguntungkan salah satu pihak dan juga sebuah kerjasama yg tidak merugikan salah satu pihak. Karena sejatinya tidak akan pernah ada sebuah kerjasama yg saling menguntungkan antara wartawan dan narasumbernya…
Yang saya maksut dengan kerjasama yg “Fair” adalah. Ketika saya melakukan kesalahan atau hal yg negatif, maka seranglah saya secara terbuka. Akan tetapi ketika saya melakukan hal yg baik atau positif, maka sudah selayaknya saya juga mendapatkan apresiasi yg baik. Secara pribadi, saya juga tidak ingin selalu di beritakan dalam hal-hal yg positif saja, karena hal tersebut malah akan membuat saya tidak dapat mengontrol diri..
Dalam setiap profesi, saya yakin jika kita terikat dengan sebuah etika dalam bekerja, sebuah etika yg sudah seharusnya kita sama-sama patuhi dan jalankan sepenuh hati. Saya rasa kurang bijaksana jika kita menulis atau menilai seseorang hanya karena faktor suka dan tidak suka tanpa mengenal betul si nara sumber, karena bagi saya itu melanggar etika jurnalisme..
Seperti yg anda sekalian ketahui, saya adalah seseorang yg sangat suka menulis. Jika anda perhatikan, saya bukanlah pribadi yg anti terhadap kritik, bahkan dalam beberapa artikel saya, saya mengkrikisi diri saya sendiri, ketika saya rasa ada hal yg salah mengenai diri saya. Akan tetapi di sisi lain, saya juga tidak jarang memuji diri saya sendiri, ketika saya rasa ada hal positif yg saya lakukan. Itu saya lakukan untuk membentuk karakter pribadi saya sendiri…
Dalam beberapa tulisan, saya juga mengkritik pak Nurdin Halid, pak Andi Darussalam Tabusalla atau bahkan PSSI. Akan tetapi hal tersebut saya lakukan secara “Fair” atas nama pelaku sepakbola yg ingin dunia persepakbolaan Indonesia lebih baik lagi, bukan karena rasa suka atau tidak suka terhadap pribadi orang-orang tersebut…
Sejujurnya saya kagum dengan sosok Irfan Bachdim, yg dalam pendapat saya mampu memosisikan dirinya seperti David Beckam kepada para penggemar dan wartawan. Irfan selalu tersenyum kepada semua orang, melayani setiap wanwancara dan terlihat sangat nyaman dalam melakukan hal-hal tersebut. Saya tau itu membutuhkan energi yg tidak sedikit, dan Irfan mampu melakukan itu, anak itu sangat luar biasa dimata saya..
Sedangkan saya sendiri, eeehhhmm,, Bambang Pamungkas lebih memilih jalan terjal dan berliku dalam berhubungan dengan wartawan, saya lebih memosisikan diri saya sebagai Paul Gascoigne di mata mereka. Sebuah pribadi yg menjengkelkan, membuat kening berkernyit, menentang arus dan memancing cacian serta makian. Akan tetapi setidaknya saya tidak sedang membohongi diri saya sendiri, saya hanya ingin berlaku jujur terhadap hati dan perasaan saya..
Jika boleh saya ibaratkan karakter saya dengan sebuah genre musik, maka Bambang Pamungkas di atas lapangan adalah sebuah musik keroncong, dengan ritme yg tenang, bersinergi, mengalun lembut dan menghanyutkan. Sedangkan Bambang pamungkas di luar lapangan adalah sebuah musik Hip-Hop dan R&B, dimana penuh dengan gejolak, berapi-api serta bergebu-gebu dalam menjalani hidup dan mengungkapkan pendapat serta pikirannya. “I am not a critizicing machine, i just a realistic man who says what i thinks” ..
Hal tersebut yg terkadang membuat mulut saya tidak cukup mampu mengejawantahkan apa yg ada dalam pikiran serta benak saya. Saya merasa, jari-jemari saya (Melalui tulisan) lebih mampu megungkapkan perasaan gejolak hati saya secara lebih bermotif, terperinci serta tersesun dengan rapi…
” That’s why i prefer writing on my personal website as i can express an open and honest view of any subject, without any hesitation that might couse a public misunderstanding”
Maka biarlah mereka para pemain muda yg berbicara, sedangkan saya tetap dengan cara yg selama ini saya lakukan, yaitu “Terbang di bawah radar”. Saya merasa sangat nyaman dengan cara saya tersebut. Karena cara itu, membuat saya tidak terbang terlalu tinggi menyentuh awan (Besar kepala) dan lebih dekat dengan bumi (Tetap kontrol diri). Sehingga, ketika suatu saat nanti saya harus mendarat (Berhenti bermain sepakbola), maka semuanya akan berjalan lebih mudah, lebih halus dan lebih tenang..

Senin, 27 September 2010

Harga Tiket INDONESIA VS URUGUAY

Harga Tiket Antara INDONESIA VS URUGUAY Tgl 8 Oktober 2010 Di Jakarta 100-150 Ribu Paling Mahal 200 Ribu Ujar Iman Arif(Badan Tim Nasional)Selain Uruguay INDONESIA Akan Menjajal Kekuatan HONDURAS,CHINA,Pantai Gading Dan Timor Leste

Minggu, 05 September 2010

hanya sebuah cerita (jakmania)

JAKMANIA .siapa sih yang tak kenal jakmania ? supporter persija yang dikenal selalu setia mendukung persija dimana pun berada. Baik partai kandang maupun tandang .

Ketika macan kemayoran mulai berlaga ,jakmania siap beraksi untuk mendukung persija .Panas ,ujan engga ada apa-apanya demi persija .
Hal itu yang membuat gua bangga jadi jakmania, dan penyebab lain adalah kebersamaan nya.apalagi waktu berkumpul seperti kaya keluarga. Tapi gua lebih bangga sama persija .
Kenapa ? karena persija yang gue cinta , persija yang biking gue paham tentang sepakbola .dan lain-lain .

Pokok nya gue cinta persija ampemati

Gue jakmania
Cinta persija
Salam satu jiwa
Salam damai untuk semua

BAMBANG PAMUNGKAS


JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK BERMIMPI .kata itu engga asing banget buat para bepe lovers ,terutama buat gua pribadi .bagaimana tidak ? karena itu adalah kutipan seorang bepe .
Jujur pribadi , gua ngefanz sama bepe .dia idola gua ,sekaligus inspirator .

Hal yang bikin gua ngefanz sama dia adalah ::

Alasan pertama ,karena permainan bola nya .
Itu sudah pasti karena dia jago main bola

Alasan kedua , karena loyalitas nya terhadap persija
Gua rasa orang pasti udah bisa nilai ,bagaimana bepe dengan persija nya ? begitu erat ,apalagi dia udah memberikan kemampuan yang dia punya pada persija

Dan alasan ketiga ,karena semangat dari bepe
Ditengah-tengah orang meragukan kemampuan nya.dia terus berjuang dan mencoba menemukan jatidiri nya .
Dan ditengah-tengah menurun nya permainannya ,dia terus mencoba dan mencoba .dan hasil nya ga sia-sia . dia selalu dipercaya untuk jadi striker andalan persija.

Dan pesan gua ,jadikan idola mu sebagai inspirator mu . semoga aja sosok seorang bepe bisa dicontoh oleh orang lain dan terutama diri kita .

Gue yakin masih banyak bepe-bepe yang lain .untuk itu penerus bangsa ,inget terus :: “JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK BERMIMPI”.

Pokok nya semangat terus bepe . dan buat bepe lovers jangan penah berhenti untuk mendukung karir bepe .apalagi berhenti buat mencintai persija .


Gua jakmania
Cinta persija
salam satu jiwa
Dan salam damai untuk semua


Sabtu, 04 September 2010

PSM U-21 Seri Lawan Yahukimo FC

Jumat, 3 September 2010 | 02:23 WITA
Makassar, Tribun - Dua tim yang sedang mematangkan persiapan untuk event berbeda, PSM U-21 dan Yahukimo FC, bermain imbang 1-1 pada pertandingan uji coba di Lapangan Karebosi, Kamis (2/9). 
PSM U-21 yang dipersiapkan untuk kompetisi Liga U-21, akhir September ini, unggul duluan di menit ke-31 lewat Eko Nugroho.
Tapi keunggulan PSM U-21 yang dilatih Yusrifar Jafar tidak bertahan hingga pertandingan usai.
Yahukimo FC dari Provinsi Papua yang akan bertarung di kompetisi Divisi Satu, menyamakan skor di menit ke-65.
Yahukimo FC berada di Makassar untuk pemusatan latihan. Tim yang dilatih Rivai Arsyad ini sebelumnya mencatat kemenangan pada tiga kali uji coba.
Sedangkan PSM U-21, kata Yusrifar, akan berujicoba dengan PS Kostrad, Sabtu nanti. (mam/ij)

Rahmad Darmawan Fokus Kerjasama Tim

Pelatih baru Persija Jakarta, Rahmad Darmawan, terus menggenjot performa pemain-pemainnya. Persija kini kembali fokus menjalani latihan kerjasama tim setelah menjalani dua partai uji coba menghadapi tim amatir.

Persija berhasil mendapat hasil memuaskan dalam dua uji coba yang dilakoninya. Macan Kemayoran berhasil menggunduli dua tim amatir Universitas Negeri Jakarta dengan skor telak 8-0 dan PS Angkatan Laut dengan skor 6-0. Namun, menurut Tempo, meskipun berhasil menang dengan margin besar, Rahmad tetap menyatakan bahwa masih ada kelemahan yang harus dibenahi.

“Dari sisi organisasi permainan, Persija mulai ada peningkatan meski dua uji coba itu tidak bisa dijadikan patokan karena lawannya adalah tim lokal amatir. Saya juga punya catatan soal umpan yang sejauh ini masih kurang memuaskan karena akurasi umpan antar-lini masih rendah,” kata Rahmad .

Untuk mengefektifkan program latihan Persija, Rahmad berencana kembali menggelar uji coba sebelum dan sesudah lebaran. Persija berencana akan menggandeng tim Superliga Indonesia untuk uji coba tersebut, salah satunya adalah tim juara ISL 2009/10

Jumat, 03 September 2010

UJI COBA

Persija Jakarta akan menjajal kemampuan Semen Padang di Stadion Utama Gelora Utama Bung Karno (SUGBK), Selasa, 7 September 2010. Ini merupakan ketiga Persija jelang bergulirnya kompetisi 2010/2011.

Persija telah melakoni dua kali uji coba kontra tim lokal di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kedua pertandingan ini sengaja tidak dibocorkan ke publik untuk mengantisipasi membludaknya penonton.

Pada uji coba pertama, Rabu, 1 September 2010, Persija membantai tim UNJ (Universitas Negeri Jakarta) 8-0. Sehari kemudian, Macan Kemayoran juga mengalahkan tim PS AL dengan skor telak 6-0.

"Sejauh ini saya cukup puas dengan penampilan anak-anak," kata Pelatih Persija, Rahmad Darmawan saat dihubungi VIVAnews, Jumat, 3 September 2010.

"Kalaupun ada kekuarang hanya frekwensi sirkulasi passing-nya saja. Itu juga saya pikir karena faktor lapangan yang tidak rata," sambungnya.

Menurut Rahmad, kemampuan tim masih akan terus meningkat. Pasalnya, dalam dua uji coba yang dilalui Persija masih minus pemain-pemain yang berada di timnas seperti Toni Sucipto, M Nasuha, dan Bambang Pamungkas.

Selain itu, komposisi pemain asing Persija juga belum lengkap. " Bentuk permainan sudah kelihatan, apalagi kalau nanti pemain timnas dan asing sudah iktu bergabung," kata Rahmad.

"Sejauh ini kami baru mencoba dua pola. Mungkin setelah lebaran akan kami coba satu lagi. Nanti tinggal disesuaikan dengan urgensinya saja," tandas Rahmad.

hasil ujicoba PERSIJA

Uji coba persija jakarta !!!

PERSIJA 8 vs 0 UNJ
PERSIJA 6 vs 0 PSAL angkatan laut

Jadwal Persija Sementara (Dapat berubah kapanpun)

MINGGU 26 SEP 10 : PSPS VS PERSIJA <tandang>

SABTU 16 OKT 10 :<kandang> PERSIJA VS PERSELA

SELASA 19 OKT 10 :<kandang> PERSIJA VS DELTRAS

SABTU 23 OKT 10 : PELITA VSPERSIJA<tandang>

SELASA 26 OKT 10 : SEMEN PADANG VS PERSIJA<tandang>

SABTU 30OKT 10 : <kandang>PERSIJA< VS PERSIB

SELASA 2 NOV 10 : <kandang>PERSIJA VS SFC

SENIN 3 JAN 11: BONTANG VS <span>PERSIJA<tandang>

KAMIS 6 JAN 10 : PERSISAM VSPERSIJA<tandang>

MINGGU 9 JAN 10 : <kandnag>PERSIJA<kandnag> VS PERSEMA

RABU 12 JAN 10 : <kandang>PERSIJA<kandang> VS AREMA

SENIN 17 JAN 10 : PERSIWA VS PERSIJA<tandang>

KAMIS 2 JAN 10 : PERSIPURA VS<span> PERSIJA<tandang>

SELASA 25 JAN 10: <kandang>PERSIJA VS PERSIBO

MINGGU 29 JAN 10: <kandang>PERSIJA VS PERSIJAP

RABU 2 FEB 10: PERSIBA VS PERSIJA<tandang>

SABTU 5 FEB 10: PSM VS PERSIJA<tandang>

JADWAL DAPAT BERUBAH KAPAN PUN
TEMPAT DAN WAKTU JUGA DAPAT BERUBAH 

salam JT .
JAKARTA hanya milik JAKMANIA .

Rabu, 01 September 2010

Web/Blog Supporter Indonesia :


www.balistik06.blogspot.com
www.vikingpatriot.blogspot.com
www.aremafc.com
Buka Puasa bersama yang diadakan oleh The Jakmania menjadi momen yang sangat sepecial untuk Pemain Persija Jakarta bernomor punggung 14 ini. Pemain kelahiran Tualang Cut, Aceh 31 Tahun lalu ini tepat sedang berulang tahun yang ke-31. Pemain yg mempunyai tendangan bebas yg begitu ciamik ini tampak begitu terharu ketika mendapatkan surprisse dari The Jakmania yg begitu mengidolakannya serta menerima kue tart sebagai simbol ucapan ulang tahunnya dari para The Jakmania. Dihari Ulang Tahunnya ini dirinya berharap Pemain Persija, Management, dan The Jakmania harus bisa kompak agar bisa mengantarkan Tim Persija pada gerbang Juara!. 




SELAMAT ULANG TAHUN ISMED SOFYAN !! BERIKAN PRESTASI YANG TERBAIK UNTUK TIM PERSIJA JAKARTA !!.

BUAT BEPE DAN PERSIJA

Seorang mugkin pernah merasakan terjatuh tapi dengan terjatuh manusia bisa belajar dan punya motivasi lagi agar tidak terjatuh lagi???
Begitu hal nya dengan tim kebanggaan gue dan idola gue saat ini yaitu persija dan bambang pamungkas yang saat ini prestasi nya lagi menurun ???
Emang sih ?? engga gampang buat menemukan jalan suatu masalah , butuh konsentasi dan pikiran yang dewasa dan gue yakin benget persija dan bepe mampu bangkit.

gue yakin banget persija dan bepe mampu bangkit dan bisa menemukan jati diri yang sebenarnya ,.

kenapa keyakinan gue begitu kuat ??
salah satu jawabannya adalah karena persija dan bepe punya pendukung dan fanz setia yang setia mendukung dan mendoakan nya. .
contoh nya gue(seluruh jakmania) , gue(seluruh jakmania) janji sama diri gue sendiri bakal setia sama persija ,setia dikala berjaya maupun kalah ,meski selalu di hina tapi gue tetep terimah karena gue tahu di dunia ini tak ada yang sempurna dan engga selamanya manusia selalu merasakan di puji dan puja ,. Ini bukan musibah tapi sebuah cobaan kesetiaan gue terhadap persija dan bepe.dan tetep loyalitas tampa batas buat persija dan bepe.

Pesan untuk bepe dan persija :: jangan pernah berhenti untuk menemukan kemenangan yang sejati karena jakmania selalu mendukung mu.tetep semangat dan berusahah selalu

From :: jak mania dan jak angel pendukung setia mu

SALAM REZPECTOR 

Ketika mimpimu yg begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,
dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)

reff
Apapun yg terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..coz everything's gonna be OKAY


yo..Satu dari sekian kemungkinan
kau jatuh tanpa ada harapan
saat itu raga kupersembahkan
bersama jiwa, cita,cinta dan harapan


Kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu,jalan selalu ada


juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
bagai deras ombak yang menabrak karang
namun ku tahu..ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
hadapi ini bersamaku hingga ajal datang

Sempat kau berharap keramahan cinta,
tak pernah kau dapat..ya sudahlah
yeeah..dengar ku bernyanyi..lalalalalala
heyyeye yaya dedudedadedudedudidam..semua ini belum *****hir

back to reff

F2B:
satukan langkah..langkah yg beriring!
genggam hati, rangkul emosi!


Genggamlah hatiku, satukan langkah kita


Sama rasa, tanpa pamrih
ini cinta..across da sea


peluklah diriku..terbanglah bersamaku, melayang jauh.. (come fly with me, baby)

Ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
sosok ini yg menerima kelemahan hati
yea..aku cinta kau..(ini cinta kita)
cukup satu waktu yes.(untuk satu cinta)

satu cinta ini akan tuntun jalanku
rapatkan jiwamu yo tenang disisiku
rebahkan rasamu..untuk yg ditunggu
BAHAGIA..HINGGA UJUNG WAKTU..

back to *reff (together) 3x

ARTI SAHABAT

Dalam masa kejayaan ,teman²mngenal kita .
dalam kesengsaraan kita mngenal teman²kita . Ingatlah kpan trakhir kali kita brada dlm kesulitan Sypa yg brada disamping kita? Sypa yg mngasihi kita saat qt mrasa tdk dicintai? Sseorg itulah yg mngkin dinamakn sahabat

TIMNAS U-23 TERANCAM TAK TAMPIL DI SEA GAMES

Daffa Junior Jawpfc

Berita ini datangnya dari regulasi baru National Olympic Committees (NOCs). Di Indonesia NOCs ini membawahi KONI sebagai induk cabang olah raga di Indonesia. Menurut regulasi tersebut, induk cabang olah raga yang berada di bawah kendali KONI, tidak boleh di pimpin orang yang pernah tersangkut perkara pidana dan pernah di penjara.
Regulasi tersebut sangat jelas, membuat kita terkejut. Karena ketua umum dari cabang sepak bola kita “Nurdin halid” pernah tersangkut perkara korupsi, sehingga harus bolak balik mendekam di penjara.
Dalam waktu dekat ini, kabarnya KONI akan memanggil ketua umum induk besar sepak bola di negeri ini. Pemanggilan ini bertujuan untuk menyampaikan regulasi  terbaru NOCs. Karena prilaku buruknya di negeri ini, membuat sepak bola Indonesia selalu tercoreng dan tidak punya wibawa di mata Internasional.
Melihat kenyataan ini, demi menyelamatkan Timnas U-23, kami The Jakmania akan terus menuntut Nurdin Halid segera mundur dari Ketua Umum PSSI.  “REVOLUSI PSSI SEKARANG JUGA!!!!”

AYAH RIKO : KONFLIK ?

Hai para petinggi apa yang engkau cari di persija, jabatan kah? finansial kah? Sadar kah kalian seharusnya ada yang lebih penting di atas segalanya yaitu PRESTASI !!!!
Dalam kurun waktu 10 tahun kita sama – sama tidak merasakan nikmatnya “euphoria“ Juara di Bumi Jakarta.
Apa yang tidak ada ketika anda masuk di Persija? Ibu kota negara yang berlimpah dengan kenikmatan surgawi yang membuat magnet setiap individu insan sepak bola hasrat hati ingin ke Persija.
Finansial yang didukung oleh Pemerintah kota merupakan hal yang terbesar di Negeri Indonesia ini. Dengan fasilitas yang memadai, namun apa prestasi yang sudah di dapat sampai saat ini ? ?
Sriwijaya tim yang baru berumur 5 tahun, sudah dapat memberi prestasi yang sangat luar biasa.
Arema, dengan tampilan pemain muda yang belum berpengalaman pun bisa memberi prestasi yang sangat mengagumkan dan dapat meningkatkan kualitas arema dimata masyarakat.
Begitu pula dengan Persipura, tim yang tidak pernah kehilangan talenta untuk bermain cantik di sepak bola.
Ketiga tim tersebut kita menilai solid, Karena kebersamaan dan kesatuan mereka yang sangat kuat. Namun apa yang ada di Persija ??

Buat Lencana Anda

JAKMANIA COBA KURANGI KERUSUHAN

JAKARTA – Dikambing-hitamkannya suporter Persija Jakarta menimbulkan kekawatiran tersendiri ditubuh pengurus. Pengurus The Jakmaniamemfasilitasi berbagai oknum yang kerap menimbulkan citra buruk.
“Tujuan buka puasa ini adalah silahturahmi dalam bulan puasa hubungan emosional pengurus diselaraskan. Kita juga membuka ruang komunikasi bagi anggota-anggota dan pengurus,” ucap sekertaris umum The Jakmania Ricard kepada Okezone di Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (28/8/2010).
Lebih lanjut Ricard menambahkan, dirinya menghimbau agar para pendukung Persija yang belum bergabung di The Jakmania diharapkan segera mendaftarkan diri. “Agar semuanya dapat tersusun rapi dan dapat terkontrol dengan korwil,” imbuhnya.
Acara yang dihadiri oleh 3000 anggota The Jakmania ini juga turut dihadiri oleh mantan pelatih Persija Benny Dollo dan pelatih baru Persija Rahmad Darmawan. 

“Acara tadi adalah pelepasan Benny Dollo dan penyambutan Rahmad Darmawan seperti salam komando,” tukasnya.
(hmr)

AWAL MULA PERMUSUHAN THEJAK DAN VIKING

Ini adalah hasil copy dari pengalaman orang, baca sendiri ya…

Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6 berlangsung. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Dan terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru kita suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel-yel kita waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus. Dan The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.
Penerimaan the Jakmania membuat kita (Viking) berniat tuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2. Dialog berlangsung lancar karena seorang Pengurus the Jakmania yang bernama Erwan rajin ke Bandung tuk bikin kaos. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik juga konon akrab banget sampe2 Erwan pernah cerita kalo dia suka sama adiknya Ayi Beutik. Melalui Erwan jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut the Jakmania di Bandung meski kita sendiri masih khawatir dengan sikap bobotoh yang lain.
The Jakmania saat itu belum sebesar sekarang. Yang nonton di Lebak Bulus aja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Jadi bersebelahan dengan Viking. Nah ajakan Viking itu langsung ditanggapi oleh the Jakmania yg memang sudah punya niat jg tuk melakoni partai tandang. Dibentuklah kemudian perencanaan, salah satunya dengan mengutus Sekum dan Bendahara Umum the Jakmania saat itu yaitu Sdr Faisal dan Sdr Danang. Mereka ditugaskan tuk melobi Panpel Persib dari mulai masalah tiket hingga tribun the Jakmania. Kebetulan Danang lagi kuliah di Bandung sehingga tempat kosnya jadi tempat kumpulnya the Jakers disana.
Karena The Jakmania belum berpengalaman mengkoordinasikan anggota tuk nonton tandang. Justru yang menjadi masalah justru bukan di koordinator kepada Panpel Persib tapi di anggota The Jakmania itu sendiri. Banyak anggota yang bandel daftar pada hari H nya. Jumlah yang tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin gimana repotnya Pengurus The Jakmania nyari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya The Jakmania berangkat baru jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan ganti ban. Disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir berangkat dengan 4 bus tambahan.
Keberangkatan The Jakmania sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yang diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket. 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar. Ada seorang Vikers yang menganjurkan the Jak tuk hadir di acara khusus pertemuan tim dengan suporternya. Faisal, Danang dan Budi ambil keputusan tuk hadir di acara itu. Disana mereka sempat bertemu Walikota Bandung, Kapolres, Ketua Panpel dan Ketua Keamanan. Mereka semua menjamin bahwa the Jakmania akan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus. Paling tidak itulah info yang gw dapet dari tim Advance The Jakmania.
1 bis pertama tiba di Stadion Siliwangi. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal tiket belum di tangan. Sayang hal yang dikhawatirkan Viking terbukti. Perlahan tapi makin lama makin banyak datanglah bobotoh nyamperin the Jak dengan sikap yang tidak simpatik. Melihat gelagat buruk ini Viking minta the Jak tuk keluar dulu ke stadion sambil menunggu rombongan berikut. Sembari menunggu, gw dan beberapa rekan dari The Jakmania ada yang melaksanakan sholat ashar dulu. Ketika selesai sholat, mulailah terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Rekan2 kita dari the Jakmania mendapatkan pukulan disana sini dengan menggunakan kayu. Salah satunya tersungkur berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini the Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion.
Rombongan besar 8 buah bis akhirnya tiba juga. Tapi karena terlambat, stadion Siliwangi sudah penuh sesak. Lagipula kita tetap tidak berhasil mendapatkan tiket. Panpel memang kelihatan salah tingkah dan berusaha mengumpulkan dari calo2 yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap the Jakmania. Gw sempet coba menenangkan dan cekcok dengan seorang rekan bobotoh yang ngambil dengan paksa kacamata anggota The Jakmania. Bobotoh itu bilang kalo dia kesal sama anak Jakarta karena mereka juga diperlakukan dengan tidak simpatik di Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di Lebak Bulus. Bobotoh tidak mau tau kalo Persijatim tu beda dengan Persija. Seingat gw kejadian ini sempat direkam foto oleh wartawan dari Tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut.
Gw lalu ngambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama the jakmania yang dateng duluan dan mengajak mereka tuk gabung ke rombongan besar. Disana gw minta maaf ke semua anggota The Jakmania karena gagal membawa rombongan sampai masuk ke stadion dan pulang dengan aman. Di situ dari Panpel juga sempat minta maaf. Namun kondisi ini tidak bisa diterima oleh seluruh rombongan The Jakmania, bahkan mereka juga tidak mau berjabat tangan dengan gw dan 2 orang Viking lainnya yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.
Ketika rombongan hendak pulang, tiba2 The Jakmania diserang lagi oleh bobotoh yang masih nunggu di luar stadion. Kondisi ini jelas tidak bisa diterima oleh The Jakmania. Sudah ga bisa masuk masih juga diserang. Akhirnya The Jakmania balas perlakuan mereka (Oknum Bobotoh). Jumlah bobotoh di luar stadion masih ratusan sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan pecahnya kaca2 mobil akibat terkena lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang, keributan mereda dan the Jakmania mulai beranjak pulang. Sempat pula terjadi bentrok beberapa kali ketika rombongan berpapasan dengan bobotoh yang pulang karena tidak kebagian tiket.
Sejak saat itulah api dendam dan permusuhan terus berkobar di kedua belah pihak. Puncaknya di acara Kuis Siapa Berani di Indosiar. Acara ini diprakarsai oleh Sigit Nugroho wartawan Bola yang terpilih menjadi Ketua Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia.
Sayang bentrokan ternyata ga bisa dihindari. Bukan gw memihak tapi faktanya memang Viking yang mulai. Mereka neriakin yel2 “Jakarta Banjir” yang dibales juga oleh the Jak. Suasana memanas hingga akhirnya terjadi benturan fisik.
Letak Indosiar di Jakarta, jadi ga heran pelan2 berdatanganlah para suporter Persija kesana. Suasana sudah tidak terkendali dan atas inisiatif Polisi dan Indosiar, Viking langsung diungsikan dengan menggunakan truk Polisi. Namun kejadian ini ternyata dah menyebar luas kemana-mana hingga akhirnya terjadilah penyerangan terhadap rombongan Viking di tol Kebon Jeruk.
Gw juga heran gimana Viking menyatakan klo hadiah menang kuis dirampok the Jak padahal hadiah itu kan belum diserahkan pihak Indosiar. Hadiah itu pun sampe sekarang ga kita terima. Saat itulah nama the Jakmania menjadi buruk. Di mata media the Jakmania tidak menerima kalah sehingga menyerang. Opini sudah terbentuk dan masyarakat di Bandung juga ikutan menghujat, sementara di Jakarta menyayangkan.
Semenjak terjadi permusuhan dengan the Jakmania, apalagi setelah kejadian Indosiar, Viking berkembang pesat menjadi suporter yang dominan di Bandung. Mereka terus menebarkan kebencian ke the Jak dengan mengeluarkan kaos2 dan lagu2 yang bersifat menghujat the Jak. Reaksi anggota the Jakmania juga heboh. Mereka rame2 bikin kaos yang balas menghujat Viking.
Sikap ini justru malah mengobarkan api kebencian suporter Persija terhadap Viking. Sehingga the Jakers banyak yang benci mereka bukan karena tau kejadian awalnya, tapi karena mereka ga suka dikata-katain terus. Belakangan Komisi Disiplin mengeluarkan larangan akan hal-hal seperti ini. Terlambat! Dan penerapannya juga ga konsisten, masih banyak yang tetap melakukannya, bukan hanya Viking atau the Jakmania tapi hampir di semua stadion di Indonesia.
Sebetulnya ada juga pihak2 yang mengusahakan perdamaian. Panpel Persib pernah berinisiatif mempertemukan the Jakmania dan Viking di Bandung. Tapi pertemuan tersebut buntu karena tidak ada niat dari Heru Joko tuk berdamai.
Perseteruan makin melebar. Semakin banyak Viking yang masuk ke website the Jakmania dan menebarkan virus kebencian … semakin banyak dan besarlah kebencian the Jakers ke mereka. Bahkan Panglima Viking Ayi Beutik sempat mengeluarkan pernyataan tuk menjaga kelestarian permusuhan ini seperti Barcelona dan Real Madrid.
Sekarang permusuhan the Jakmania kontra Viking menjadi warna tersendiri bagi sepakbola Indonesia. Seorang sutradara tertarik menjadikan perseteruan ini sebagai inspirasi dalam filmnya yang berjudul ROMEO & JULIET. Di tengah perseteruan, Viking justru kompak untuk menolak film ini dengan alasannya masing2. Ketua Viking dengan didukung anggotanya membuktikan ucapannya dengan menggagalkan pemutaran film ini. Sementara di Jakarta justru sebaliknya, meski pimpinan menyatakan akan menuntut tapi toh hampir semua bioskop2 di jabodetabek dipenuhi oleh The Jakmania yang memang sudah ga sabar menanti film ini diputar.
Nah, itulah kisah panjang tentang permusuhan 2 kelompok suporter besar di Indonesia, paling engga dari kacamata gw. Tulisan ini dibuat atas permintaan seorang bobotoh yang penasaran dengan sebab musabab permusuhan tersebut. Gw juga ga suka dengan orang yang berkomentar sinis baik terhadap the Jakmania maupun Viking. Mereka itu tidak tau apa2, bisanya cuma menghakimi aja. Ada hak apa mereka menghujat? Liat dulu kisahnya baru mereka akan berpikir dan bantu mencarikan solusi.
Klo lu tanya ke gw, masih ada ga kemungkinan damai? Jawabanya ‘bomat” alias bodo amat. Ngapain mikirin? Bagi gw damai tu bukan kata benda, tapi kata kerja. Jadi ga usah banyak ngomong, yang penting buktiin. Lebih baik mikirin KOMITMEN masing2 aja, lebih cinta mana kita sama PERSIB atau sama PERMUSUHAN DENGAN THE JAKMANIA

Selasa, 31 Agustus 2010

PERSIJA AMPE MATI

Sebelum lo baca catatan ini,gue Cuma pengen bilang kalau catatan ini di buat atas pendapat gue sendiri ,kalau ada yang tidak sependapat mohon dimaklumi

Bagi gue engga asing banget denger kata kerusuhan apalagi sesame suporter,engga dalam dunia maya juga nyata ,mereka bisanya menghina dan ribut aja . gue sendiri engga tau berapa banyak korban atas kerusuhan antar suporter, gue sendiri sempet bertanya dalam diri gue “gue engga tau kapan pertama kali kerusuhan antar sesame suporter terjadi dan engga tau kapan berakhir nya? Lalu sampai kapan ?,apakita akan selama nya begini mulu , ribut ribut dan selalu ribut”
Jauh hari gue iseng banget , engga sengaja liat suatu forum yang mengatas namakan PERSIJA JAKARTA .

Di forum itu banyak banget hinaan,cacian ,makian buat komunitas kami terutama jakmania dan persija nya .Gue engga bisa berkutik karena kalau gue bales hinaan mereka , engga bakal berakhir ribut nya juga .gue Cuma bisa liat pendapat anak jakmania, dari situ gue bisa liat banyak banget yang belum paham makna PERSIJA AMPEMATI.
apa makna persija ampemati itu kita bela jakmania atas nama kecintaan kita terhadap persija karena ada yang hina jakmania lalu kita ribut dengan yang menghina jakmania ?
apa makna persija ampemati juga kita ribut sesama oren atas dasar ada yang ingin merusak nama baik jakmania ? 

gue rasa itu salah ,karena kalian terlalu bangga atas status jakmania bukan mecintai persija , inget kita itu supporter yang harus nya mendukung .dimana pun kalian berada jaga nama baik jakmania dan persija,kalau kalian ribut . gimana mau dinilai baik sama orang-orang? 
Pendapat gue mengenai persija ampemati itu adalah kita mendukung dan terus mengabdi pada persija , mendukung secara sehat ,sportif dan bertanggung jawab ,engga Cuma sampai saat ini tapi ampe hari akhir.

Pesan :: jadilah supporter Indonesia yang baik dan junjung tinggi tim kebanggaan mu .buktikan dengan kreatifitas mu .
Karena kalau bukan kita yang mewarnai sepak bola Indonesia lalu siapa lagi?

Buat Lencana Anda
Daffa Junior Jawpfc

Buat Lencana Anda

PERSIJA KU

Aku cinta kekurangan mu
Aku bangga akan kelebihan mu
Kalah menang persija
Tetap juara hatiku

Tak peduli fisikmu
Tak peduli materimu
Karena buatku 
persija Jiwa ragaku

setia bersama mu 
itu yang ku rindu
dan janjiku akan setia mendukungmu

untuk ::persijaku

puisi ini di buat untuk mengungkapkan isi hatiku yang paling dalam buat persija .

jauh sebelum puisi ini terbuat . gue masih teringat banget dengan kata-kata temen gue .
dia selalu ngatain persija , kata2 yang paling gue benci adalah “ persija kalah mulu aja masih di dukung “
buat gue kalah itu biasa , yang luar biasa adalah ketika kita menerimah kekalahan dengan lapang dada , itu baru yang nama nya supporter ,
tapi banyak banget supporter yang engga bisa terimah kekalahan dengan ikhlas ,malah kadang dia menjelekkan tim kebanggan nya saat kalah. Jujur ia ?? gue malu liat orang kaya gitu .
ngaku supporter tapi ga bisa terimah kekalahan ,
inget jak :: kekalahan bukan akhir dari segalanya . kekalahan itu suatu pekerjaan rumah untuk hari yang akan datang agar kita lebih baik.

Kita sebagai supporter wajib kudu optimis , berdoa . dan mendukung persija supaya persija juara , jangan ribut aja .karena yang rebut itu rojali.
Insya allah persija bakal menang koq . amin

Pesan :: jangan pernah berhenti untuk mendukung persija